Menu ✖

Otomatis

Social budaya

Terancam Hilang Ditelan Zaman, Wayang Palembang Kini Cuma Bertumpu pada Segelintir Penerus

badge-check

Terancam Hilang Ditelan Zaman, Wayang Palembang Kini Cuma Bertumpu pada Segelintir Penerus Perbesar

PALEMBANG – Salah satu warisan budaya khas Sumatera Selatan, Wayang Palembang, tengah menghadapi ancaman serius. Minimnya regenerasi dalang dan rendahnya minat masyarakat membuat kesenian tradisional ini berada di titik kritis.

Wayang Palembang memiliki karakteristik tersendiri. Meski memiliki akar yang berkaitan dengan tradisi pewayangan Jawa, kesenian ini berkembang dengan sentuhan budaya lokal, termasuk penggunaan bahasa Palembang serta cerita yang disesuaikan dengan kearifan masyarakat setempat.

Kondisi tersebut membuat Wayang Palembang bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Palembang yang terancam kehilangan penerus.

Regenerasi Dalang Jadi Masalah Utama

Salah satu persoalan terbesar yang dihadapi Wayang Palembang adalah minimnya dalang muda.

Kiagus Wirawan Rusdi menjadi salah satu sosok yang selama ini berupaya mempertahankan keberadaan wayang tersebut. Bahkan, laporan mengenai kondisi Wayang Palembang menyebut hanya terdapat satu dalang aktif yang masih konsisten mempertahankan tradisi tersebut.

Persoalan regenerasi bukan perkara sederhana. Menjadi dalang Wayang Palembang membutuhkan kemampuan memainkan wayang sekaligus memahami pakem, cerita, bahasa, musik dan karakter khas pertunjukannya.

Di sisi lain, profesi sebagai dalang belum menjadi pilihan ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda. Kondisi tersebut turut membuat minat untuk meneruskan kesenian ini semakin terbatas.

Pernah Hilang dari Panggung Budaya

Ancaman kepunahan Wayang Palembang sebenarnya bukan persoalan baru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, kesenian tersebut pernah mengalami masa mati suri selama puluhan tahun. Kebangkitan kembali Wayang Palembang salah satunya didorong oleh upaya Kiagus Wirawan Rusdi yang meneruskan tradisi keluarganya.

Upaya revitalisasi juga pernah mendapat dukungan UNESCO bersama Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Senawangi) pada awal 2000-an. Program tersebut menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali kesenian tradisional yang saat itu berada dalam kondisi memprihatinkan.

Namun, tantangan regenerasi hingga kini masih membayangi.

Generasi Muda Jadi Harapan

Upaya penyelamatan Wayang Palembang kini mulai diarahkan pada generasi muda.

Pada 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Selatan bahkan mendorong agar Wayang Palembang dapat diperkenalkan sebagai muatan lokal di sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda mengenal kesenian daerah sejak usia dini.

Pertunjukan Wayang Palembang juga kembali digelar di sejumlah ruang kebudayaan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali warisan budaya tersebut kepada masyarakat dan anak-anak muda.

Jangan Sampai Warisan Ini Tinggal Nama

Wayang Palembang kini berada di persimpangan. Di satu sisi, kesenian ini memiliki sejarah dan kekhasan budaya yang kuat. Namun di sisi lain, minimnya dalang dan regenerasi membuat keberlangsungannya berada dalam ancaman.

Jika tidak ada langkah serius untuk mencetak penerus, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal Wayang Palembang melalui buku sejarah dan dokumentasi.

Pelestarian tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan sesekali. Regenerasi dalang, pendidikan budaya, dukungan pemerintah dan ruang pertunjukan yang berkelanjutan menjadi kunci agar Wayang Palembang tidak benar-benar hilang ditelan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Cuaca Jambi 17 Oktober 2026: Udara Kabur Dominasi 11 Kabupaten dan Kota, Warga Diminta Waspada

17 Oct 2026 - 17:21 WIB

Cuaca Jambi 17 Oktober 2026: Udara Kabur Dominasi 11 Kabupaten dan Kota, Warga Diminta Waspada

Karhutla Tahura Orang Kayo Hitam Jadi Perhatian, Al Haris Perkuat Pemadaman dan Pendinginan

17 Oct 2026 - 17:14 WIB

Karhutla Tahura Orang Kayo Hitam Jadi Perhatian, Al Haris Perkuat Pemadaman dan Pendinginan

Pemkot Jambi Buka Seleksi Dewan Pengawas Tirta Mayang 2027–2031, Lulusan S-1 Berpeluang Mendaftar

17 Oct 2026 - 17:06 WIB

Pemkot Jambi Buka Seleksi Dewan Pengawas Tirta Mayang 2027–2031, Lulusan S-1 Berpeluang Mendaftar

ADA APA DENGAN MUARO JAMBI? KPK TURUN, BUPATI DIPANGGIL RAPAT KHUSUS PERBAIKAN TATA KELOLA

15 Oct 2026 - 07:52 WIB

ADA APA DENGAN MUARO JAMBI? KPK TURUN, BUPATI DIPANGGIL RAPAT KHUSUS PERBAIKAN TATA KELOLA

Rp19,55 Miliar Uang Negara Diduga Raib, Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Setwan Merangin

13 Oct 2026 - 05:39 WIB

Rp19,55 Miliar Uang Negara Diduga Raib, Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Setwan Merangin
Trending on Daerah