NEWS | JAMBI — Pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi mulai menjadi perhatian. Menjelang berakhirnya masa jabatan A. Ridwan, sejumlah nama pejabat disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengisi posisi strategis tersebut.
A. Ridwan diketahui akan memasuki masa pensiun pada Desember 2026. Pemerintah Kota Jambi pun mulai menyiapkan proses seleksi terbuka untuk mencari figur yang akan meneruskan kendali birokrasi di lingkungan Pemkot Jambi.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, sebelumnya membenarkan bahwa tahapan persiapan seleksi Sekda mulai dilakukan.
“Masih tahap persiapan,” ujarnya.
Jabatan Sekda bukan posisi birokrasi biasa. Sosok yang mendudukinya akan menjadi penggerak utama administrasi pemerintahan sekaligus penghubung antara kepala daerah dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Delapan Nama Muncul dalam Bursa
Di tengah persiapan seleksi tersebut, sejumlah nama mulai beredar di ruang publik sebagai kandidat potensial.
Nama-nama yang disebut antara lain Asraf, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jambi; Nella Ervina, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi; serta Momon Sukmana Fitra, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi.
Kemudian ada Ardi, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi.
Nama lain yang turut diperbincangkan yakni Dr. H. Mulyadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jambi sekaligus Plh Sekda, serta M. Saleh Ridha, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi.
Dua nama lainnya yakni Ajrisa Windra, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batanghari, dan Abu Bakar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi.
Sejumlah kandidat tersebut memiliki latar belakang dan pengalaman birokrasi yang berbeda. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki latar pendidikan doktoral yang membuat persaingan menuju kursi Sekda semakin menarik untuk dicermati.
Bukan Sekadar Adu Gelar
Meski sejumlah nama mulai beredar, proses pengisian jabatan Sekda tetap harus mengikuti mekanisme seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Artinya, gelar akademik maupun posisi yang saat ini diemban bukan satu-satunya penentu.
Rekam jejak, kompetensi, kapasitas manajerial, integritas serta kemampuan mengkoordinasikan birokrasi akan menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
Pemerintah Kota Jambi sebelumnya menyebut ketentuan usia juga menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan calon peserta seleksi. Untuk kandidat dari jenjang tertentu, persyaratan usia mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dari proses seleksi tersebut nantinya akan diperoleh kandidat terbaik yang kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk penetapan Sekda definitif.
Kursi Sekda dan Arah Birokrasi Kota Jambi
Pergantian A. Ridwan menjadi momentum penting bagi Pemkot Jambi.
Sekda memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan kepala daerah diterjemahkan menjadi program kerja OPD. Posisi ini juga berkaitan erat dengan pengelolaan pemerintahan, koordinasi pembangunan, penganggaran hingga pelayanan publik.
Karena itu, publik tidak hanya menunggu siapa nama yang akhirnya dipilih, tetapi juga berharap proses seleksi berlangsung terbuka, objektif dan mengedepankan prinsip meritokrasi.
Bursa delapan nama tersebut untuk saat ini masih sebatas nama yang beredar dan belum dapat dianggap sebagai daftar resmi kandidat.
Pada akhirnya, pertarungan menuju kursi Sekda Kota Jambi bukan hanya soal siapa yang memiliki gelar akademik paling tinggi atau jabatan paling strategis.
Yang akan diuji adalah siapa yang paling mampu menjaga ritme pemerintahan, menerjemahkan visi kepala daerah, sekaligus memastikan birokrasi bekerja lebih cepat, profesional dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kursi A. Ridwan akan kosong. Siapa yang akan duduk di sana, masih menunggu proses seleksi dan keputusan resmi.





















