BEKASI, JEJAK LENTERA — Siapa sangka, seorang pedagang gorengan yang sehari-hari mencari nafkah dari lapak sederhana kini dipercaya memimpin sebuah desa. Ayatulloh, sosok yang sempat dicibir saat mencalonkan diri, berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kemenangan itu bukan sekadar mengubah perjalanan hidupnya, tetapi juga membuka babak baru bagi masyarakat yang kini menaruh harapan pada kepemimpinannya.
Dalam Pilkades yang digelar Minggu (20/9/2026), Ayatulloh yang maju sebagai calon nomor urut 2 meraih 4.174 suara. Ia mengungguli Zainal Abidin yang memperoleh 3.434 suara dan Zaid Husain dengan 2.248 suara.
Hasil tersebut mengantarkan Ayatulloh menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia untuk periode 2026–2034.
Sempat Diremehkan, Kini Mengemban Amanah Warga
Perjalanan Ayatulloh menuju kursi kepala desa tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai pedagang kopi dan gorengan. Selama hampir satu dekade, ia menjalani kehidupan sebagai pedagang yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Di balik aktivitas berjualan, ia mengaku banyak mendengar persoalan warga, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur hingga kebutuhan sosial di lingkungan desa.
Ayatulloh juga memiliki pengalaman bekerja sebagai staf urusan perencanaan dan pembangunan di Pemerintah Desa Pahlawan Setia. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami administrasi pemerintahan serta kebutuhan pembangunan desa.
Kepercayaan masyarakat yang diperolehnya kini menjadi tanggung jawab besar. Ia menyatakan ingin membangun pemerintahan desa yang terbuka, efisien, dan responsif terhadap aspirasi warga.
Transparansi Anggaran Jadi Janji yang Ditunggu
Setelah kemenangan diraih, pekerjaan rumah yang menanti Ayatulloh bukan perkara ringan. Sejumlah persoalan mendasar membutuhkan perhatian, mulai dari kebutuhan tempat pemakaman umum (TPU), status tanah kas desa, hingga peningkatan kualitas pelayanan administrasi.
Persoalan infrastruktur seperti jalan, penerangan, saluran air, dan kebersihan lingkungan juga menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat.
Ayatulloh menyatakan ingin menjalankan pemerintahan dengan mengutamakan aspirasi warga serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dan program kerja.
Ia juga berencana memanfaatkan media sosial resmi pemerintah desa untuk menyampaikan informasi mengenai program dan anggaran agar masyarakat dapat mengetahui serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan.
Dari Lapak ke Balai Desa, Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai
Terpilihnya Ayatulloh menjadi kepala desa menjadi gambaran bahwa latar belakang pekerjaan tidak selalu menentukan peluang seseorang memperoleh kepercayaan masyarakat.
Namun, kemenangan dalam Pilkades bukanlah akhir dari perjuangan. Mandat yang diberikan warga kini harus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.
Keterbukaan anggaran, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penyelesaian persoalan warga menjadi sejumlah hal yang akan mendapat perhatian masyarakat selama masa kepemimpinannya.
Perjalanan Ayatulloh dari pedagang gorengan menuju kursi kepala desa kini memasuki babak baru. Kepercayaan telah diberikan, sementara pembuktian melalui kerja nyata menjadi tantangan berikutnya.


















