SAROLANGUN, JAMBI – Bentrokan antara kelompok Suku Anak Dalam (SAD) dan pihak keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, menjadi sorotan setelah rekaman kericuhan beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Bukit Suban pada Minggu (12/4/2026). Bentrokan dilaporkan melibatkan warga SAD dengan petugas keamanan perusahaan dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Informasi mengenai kejadian itu kemudian berkembang di media sosial. Namun, pemerintah desa dan aparat setempat memberikan penjelasan mengenai rangkaian peristiwa yang mendahului bentrokan.
Sebelum kericuhan pecah, sempat dilakukan mediasi antara kelompok SAD dan pihak PT SAL. Dalam mediasi tersebut, sejumlah persoalan dibahas, termasuk aktivitas pengambilan tandan buah segar (TBS) serta keberadaan petugas keamanan perusahaan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kecamatan, situasi kembali memanas setelah proses mediasi selesai. Saat sebagian warga SAD hendak meninggalkan lokasi, terjadi pertemuan dengan petugas keamanan perusahaan di sekitar pos keamanan.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi keributan. Sejumlah warga SAD dilaporkan mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis.
Situasi semakin memanas setelah rekan-rekan korban datang. Bentrokan kemudian meluas dan terjadi aksi penembakan. Tiga orang dari pihak keamanan perusahaan dilaporkan mengalami luka tembak, sementara dari pihak SAD juga terdapat korban luka.
Kericuhan bahkan berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas perusahaan. Polisi menyebut konflik tersebut antara lain dipicu kesalahpahaman ketika warga SAD melintas di pos keamanan sambil membawa TBS yang kemudian diduga oleh petugas sebagai hasil pengambilan dari area perkebunan perusahaan.
Polisi Turun Tangan, Pengamanan Diperketat
Pasca-bentrokan, jajaran Polres Sarolangun bersama personel Polda Jambi bergerak melakukan pengamanan untuk mencegah konflik susulan.
Pengamanan diperkuat dengan personel gabungan serta bantuan Brimob. Polisi juga melakukan pendekatan kepada tokoh SAD, masyarakat dan pihak perusahaan guna meredam ketegangan.
Kapolres Sarolangun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya konten yang beredar melalui media sosial.
Konflik Berujung Kesepakatan Damai
Perselisihan antara SAD dan PT SAL selanjutnya diselesaikan melalui proses mediasi yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat dan kedua pihak.
Dalam mediasi yang digelar di Kantor Bupati Sarolangun, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Pihak SAD menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen tidak lagi mengambil TBS maupun brondolan dari kebun inti PT SAL serta tidak membawa senjata api rakitan di wilayah operasional perusahaan.
Kesepakatan tersebut juga mengatur penyelesaian secara adat terhadap korban serta sejumlah kerusakan yang muncul akibat konflik.
Dengan tercapainya kesepakatan, pemerintah berharap ketegangan antara masyarakat adat SAD dan PT SAL tidak kembali terjadi. Dialog, penyelesaian secara adat, serta penegakan hukum dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Kecamatan Air Hitam.
Peristiwa bentrokan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan antara masyarakat adat dan perusahaan perlu diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme hukum maupun adat, sehingga konflik terbuka yang berpotensi menimbulkan korban dapat dihindari.





















