TANJUNG JABUNG TIMUR — Suasana pesisir Desa Sei Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, mendadak berubah setelah warga menemukan jasad manusia yang telah tinggal tulang-belulang.
Temuan itu bukan sekadar mengagetkan warga. Kondisi jasad yang sudah tidak utuh menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini menjadi pekerjaan aparat kepolisian: siapa korban dan bagaimana jasad tersebut bisa berada di kawasan pesisir tersebut?
Kerangka manusia itu ditemukan pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang warga bernama Agus saat itu sedang mencari kepiting di sekitar pinggir pantai Desa Sei Jambat.
Awalnya, Agus melihat sesuatu yang mencurigakan. Setelah diperiksa bersama rekannya, Dika, keduanya memastikan bahwa benda yang ditemukan tersebut merupakan jasad manusia.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Asnawir. Informasi diteruskan kepada Sekretaris Desa Sei Jambat, Supriadi, sebelum akhirnya sampai ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Sadu kemudian mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan area penemuan.
Jasad Sudah Tinggal Tulang-belulang
Dari pemeriksaan awal, kondisi jasad telah mengalami kerusakan berat hingga tersisa tulang-belulang. Polisi juga menemukan bahwa sejumlah bagian tubuh tidak berada di lokasi.
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Timur AKP Edi Tasrif membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa identitas korban masih dalam proses penyelidikan.
Hingga saat ini, polisi belum mengungkap siapa korban maupun penyebab kematiannya.
Yang juga menjadi perhatian, belum ada laporan dari masyarakat Kecamatan Sadu mengenai anggota keluarga yang dinyatakan hilang terkait temuan tersebut.
Misteri yang Harus Dijawab
Temuan kerangka manusia di kawasan pesisir tersebut kini membuka rangkaian pertanyaan yang belum memiliki jawaban.
Apakah korban merupakan warga setempat? Apakah jasad terbawa arus hingga ke pesisir? Atau terdapat rangkaian peristiwa lain yang melatarbelakangi keberadaan jasad tersebut?
Untuk sementara, seluruh kemungkinan tersebut masih berada dalam ranah penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta.
Polisi masih mengumpulkan informasi serta melakukan pemeriksaan untuk mengungkap identitas korban dan fakta di balik penemuan jasad tersebut.
Bagi warga, penemuan ini bukan hanya menyisakan keterkejutan, tetapi juga teka-teki tentang seseorang yang hingga kini belum diketahui namanya.
Satu hal yang pasti, tulang-belulang yang ditemukan di pesisir Sei Jambat kini menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap siapa sosok di balik jasad tersebut dan bagaimana akhir hidupnya.
Jejak Lentera





















