KUPANG — Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung setelah gempa bumi utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan pembaruan informasi BMKG hingga 11 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 14.518 gempa bumi susulan yang tersebar di sekitar wilayah terdampak aktivitas tektonik Flores.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan masih cukup signifikan meski telah hampir sebulan berlalu sejak gempa utama.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M6,2, sementara gempa dengan kekuatan terkecil yang tercatat berada pada M0,9.
BMKG juga mencatat terdapat 38 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5,0. Angka ini menunjukkan bahwa rangkaian aktivitas seismik di Flores belum sepenuhnya mereda.
Yang juga menjadi perhatian adalah jumlah gempa susulan yang dirasakan masyarakat mencapai 185 kejadian.
14.518 Gempa, 185 Dirasakan
Besarnya jumlah gempa susulan menggambarkan masih aktifnya proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama. Sebaran episenter dalam peta BMKG terlihat memanjang mengikuti zona Flores Backarc Thrust, salah satu struktur sesar aktif di kawasan tersebut.
Peta pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Kupang juga memperlihatkan konsentrasi episenter yang cukup padat di sekitar Pulau Flores dan wilayah perairan di sekitarnya.
Meski sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, keberadaan gempa susulan dengan kekuatan hingga M6,2 serta puluhan kejadian di atas M5 menjadi pengingat bahwa masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Rangkaian gempa susulan merupakan fenomena yang dapat terjadi setelah gempa bumi besar. Namun, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak memiliki sumber jelas.
Data terbaru BMKG per 11 September 2026 pukul 05.00 WIB:
Total gempa susulan: 14.518 kejadian
Magnitudo terbesar: M6,2
Magnitudo terkecil: M0,9
Gempa M ≥5: 38 kejadian
Gempa susulan dirasakan: 185 kejadian
Dengan aktivitas seismik yang masih berlangsung, perkembangan gempa Flores akan terus menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah sekitar sumber gempa dan zona sesar aktif.





















