JAKARTA — Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai pergantian menteri merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fadli Zon, Presiden Prabowo tidak perlu menunggu momentum tertentu apabila memang memandang ada menteri yang perlu diganti. Pergantian pejabat kabinet, kata dia, merupakan bagian dari kewenangan presiden dalam mengelola pemerintahan.
Fadli bahkan menggambarkan reshuffle bukan sebagai sebuah seremoni khusus yang harus dipersiapkan dalam waktu panjang.
“Bagi Pak Prabowo, reshuffle itu peristiwa biasa. Kapan waktu kalau mau diganti ya diganti saja,” ujar Fadli Zon dalam pernyataannya yang dikutip dari pemberitaan sebelumnya.
Ia menegaskan, perubahan komposisi kabinet tidak harus menunggu seluruh kebutuhan pergantian pejabat terkumpul.
Dengan demikian, jika Presiden menilai seorang menteri tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pemerintahan, keputusan pergantian dapat dilakukan kapan saja sesuai pertimbangan Presiden.
Isu Reshuffle Kembali Menguat
Pernyataan Fadli Zon muncul di tengah isu mengenai kemungkinan perubahan susunan Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga Agustus 2026 belum ada rencana reshuffle kabinet. Istana juga telah menyampaikan bahwa evaluasi terhadap para menteri merupakan proses rutin dan tidak selalu berakhir dengan pergantian pejabat.
Prabowo sendiri telah beberapa kali melakukan perubahan susunan kabinet sejak memimpin pemerintahan. Pada 27 April 2026, Presiden kembali melakukan perombakan terhadap sejumlah jabatan, termasuk Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan beberapa posisi strategis lainnya.
Kondisi tersebut membuat setiap pernyataan mengenai evaluasi maupun pergantian menteri kembali menjadi perhatian publik.
Meski demikian, pernyataan Fadli Zon tidak serta-merta menjadi konfirmasi bahwa reshuffle baru akan segera dilakukan. Keputusan akhir mengenai perubahan susunan kabinet tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
Hingga kini, publik masih menunggu apakah evaluasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih nantinya berujung pada perombakan baru atau pemerintah memilih mempertahankan susunan kabinet yang ada.























