JAMBI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin pekat di Kota Jambi. Kualitas udara yang memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2026. Selama pembelajaran tatap muka ditiadakan, peserta didik mengikuti proses belajar dari rumah secara daring.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak dari dampak pencemaran udara akibat kabut asap karhutla. Pemkot Jambi juga meminta satuan pendidikan dan orang tua meningkatkan pengawasan selama pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kondisi udara Kota Jambi menjadi perhatian setelah hasil pemantauan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB menunjukkan AQI US mencapai 213.
Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 137,3 µg/m³.
Pada periode pemantauan tersebut, Kota Jambi bahkan berada di posisi pertama dalam daftar kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk berdasarkan indeks AQI US.
Jambi mencatat AQI 213, disusul Palembang 206, Pekanbaru 196, Pontianak 183, dan Palangkaraya 172.
Pemkot Jambi Alihkan Pembelajaran ke Sistem Daring
Juru Bicara Pemkot Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, Saleh Ridha, mengatakan keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka merupakan langkah antisipatif.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Jambi terkait antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar.
Dalam ketentuannya, ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, kegiatan pembelajaran di sekolah dapat dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Selain memastikan proses belajar tetap berjalan, kebijakan tersebut juga bertujuan mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Sekolah Diminta Pantau Kondisi Udara dan Kesehatan Siswa
Pemkot Jambi meminta kepala satuan pendidikan dan guru tetap memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif selama PJJ.
Orang tua atau wali peserta didik juga diminta mendampingi anak selama belajar dari rumah serta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Satuan pendidikan juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemkot Jambi Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Pemkot Jambi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan dan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Kebijakan pembelajaran dari rumah selama tiga hari diharapkan dapat mengurangi paparan langsung peserta didik terhadap udara tercemar sekaligus menjadi langkah preventif di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya membaik.
Pemkot Jambi juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.




















