Menu ✖

Otomatis

Daerah

Gempa M7,7 NTT Tinggalkan Duka Panjang: 135 Nyawa Melayang, 60 Ribu Warga Masih Mengungsi

badge-check

Gempa M7,7 NTT Tinggalkan Duka Panjang: 135 Nyawa Melayang, 60 Ribu Warga Masih Mengungsi Perbesar

FLORES — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan jejak kehancuran dan duka yang belum berakhir.

Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (10/9/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 135 orang.

Angka tersebut terdiri dari 48 korban yang meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara 87 lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung yang ditimbulkan bencana tersebut.

Data itu disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Di balik angka 135 korban jiwa tersebut, skala kemanusiaan bencana NTT tergambar semakin luas. Sebanyak 1.762 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan 60.572 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi demi keselamatan.

Hampir 100 Ribu Rumah Rusak

Dampak gempa tidak hanya menghantam kehidupan warga, tetapi juga merusak tempat tinggal dan berbagai fasilitas publik.

BNPB mencatat sebanyak 98.986 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.089 rumah masuk kategori rusak berat, 22.505 rumah rusak sedang, dan 50.392 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga menjalar ke fasilitas yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Sebanyak 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, dan 157 fasilitas kesehatan dilaporkan terdampak.

Selain itu, BNPB mencatat 663 unit perkantoran, 175 titik jalan, serta 47 fasilitas irigasi mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pascagempa NTT bukan sekadar penanganan korban dan pengungsian. Pemulihan kehidupan masyarakat menjadi tantangan besar yang membutuhkan waktu, sumber daya, serta koordinasi lintas sektor.

Bencana Belum Benar-Benar Usai

Besarnya jumlah pengungsi dan kerusakan rumah menunjukkan bahwa sebagian warga belum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, persoalan tidak berhenti ketika getaran gempa mereda. Mereka masih menghadapi kebutuhan dasar, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemulihan sarana publik.

Karena itu, pendataan dan penanganan pascabencana menjadi bagian penting dari proses pemulihan NTT.

Pemerintah bersama BNPB dan pemerintah daerah perlu memastikan bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara nyata.

Angka Korban Menjadi Pengingat

Tragedi gempa NTT kembali memperlihatkan betapa rentannya masyarakat di wilayah rawan bencana.

Sebanyak 135 nyawa yang hilang bukan sekadar angka statistik. Di baliknya terdapat keluarga yang kehilangan orang tercinta, rumah yang runtuh, serta kehidupan masyarakat yang berubah dalam waktu singkat.

Dengan masih puluhan ribu warga berada di pengungsian dan hampir 100 ribu rumah terdampak, pekerjaan terbesar kini adalah memastikan masyarakat NTT tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.

Bencana mungkin telah berlalu dari pusat perhatian, tetapi bagi para korban, perjuangan untuk kembali berdiri baru saja dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Cuaca Jambi 17 Oktober 2026: Udara Kabur Dominasi 11 Kabupaten dan Kota, Warga Diminta Waspada

17 Oct 2026 - 17:21 WIB

Cuaca Jambi 17 Oktober 2026: Udara Kabur Dominasi 11 Kabupaten dan Kota, Warga Diminta Waspada

Karhutla Tahura Orang Kayo Hitam Jadi Perhatian, Al Haris Perkuat Pemadaman dan Pendinginan

17 Oct 2026 - 17:14 WIB

Karhutla Tahura Orang Kayo Hitam Jadi Perhatian, Al Haris Perkuat Pemadaman dan Pendinginan

Pemkot Jambi Buka Seleksi Dewan Pengawas Tirta Mayang 2027–2031, Lulusan S-1 Berpeluang Mendaftar

17 Oct 2026 - 17:06 WIB

Pemkot Jambi Buka Seleksi Dewan Pengawas Tirta Mayang 2027–2031, Lulusan S-1 Berpeluang Mendaftar

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

17 Oct 2026 - 16:57 WIB

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

ADA APA DENGAN MUARO JAMBI? KPK TURUN, BUPATI DIPANGGIL RAPAT KHUSUS PERBAIKAN TATA KELOLA

15 Oct 2026 - 07:52 WIB

ADA APA DENGAN MUARO JAMBI? KPK TURUN, BUPATI DIPANGGIL RAPAT KHUSUS PERBAIKAN TATA KELOLA
Trending on Daerah