Menu ✖

Otomatis

Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 170 Ribu Penumpang Terdampak — Pemerintah Buka Jalur Alternatif 24 Jam

badge-check

Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan 8 Bandara, 170 Ribu Penumpang Terdampak — Pemerintah Buka Jalur Alternatif 24 Jam Perbesar

JAKARTA — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mengguncang kelancaran transportasi udara. Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah memaksa pemerintah menutup sementara delapan bandara, sementara ribuan penerbangan harus ditunda dan puluhan ribu penumpang menghadapi ketidakpastian perjalanan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah tidak membiarkan gangguan penerbangan tersebut melumpuhkan mobilitas masyarakat. Sejumlah bandara alternatif dibuka dan dioperasikan selama 24 jam untuk memberikan ruang bagi maskapai memindahkan penerbangan yang terdampak.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah menghadapi dampak erupsi GAK yang dinilai berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Hingga pembaruan terakhir, tercatat 1.558 penerbangan terdampak dan sekitar 170.000 penumpang tertahan akibat penutupan delapan bandara.

Lima Bandara Disiagakan 24 Jam

Dudy mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan maskapai untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Bandara tersebut meliputi Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Adi Soemarmo di Solo.

Seluruh bandara alternatif tersebut disiapkan untuk beroperasi 24 jam selama kondisi di bandara terdampak belum memungkinkan penerbangan berlangsung secara normal.

“Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam,” ujar Dudy, seperti dikutip ANTARA.

Kebijakan ini sekaligus memberikan keleluasaan kepada maskapai untuk menentukan bandara pengganti berdasarkan kebutuhan operasional, jadwal penerbangan, kesiapan armada, serta pelayanan kepada penumpang.

Delapan Bandara Masih Dalam Tekanan

Delapan bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meliputi:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Bandara Radin Inten II, Lampung
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  • Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
  • Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  • Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
  • Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Awalnya pemerintah menjadwalkan penutupan hingga Minggu malam. Namun perkembangan kondisi abu vulkanik membuat penutupan diperpanjang hingga Senin, 7 September 2026. Untuk Bandara Soekarno-Hatta, penutupan bahkan diperpanjang hingga sekitar pukul 09.00 WIB berdasarkan NOTAM yang berlaku.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak erupsi tidak hanya menjadi persoalan aktivitas vulkanik, tetapi telah merembet langsung ke urat nadi transportasi nasional.

Bukan Sekadar Pesawat yang Berhenti

Besarnya jumlah penerbangan terdampak memperlihatkan skala gangguan yang tidak kecil.

Sebanyak 1.558 penerbangan mengalami dampak, sementara sekitar 170.000 penumpang tertahan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap agenda perjalanan masyarakat, aktivitas bisnis, distribusi logistik, hingga konektivitas antarwilayah.

Karena itu, pembukaan bandara alternatif selama 24 jam menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan penerbangan berkembang menjadi krisis mobilitas yang lebih luas.

Pemerintah bersama InJourney Airports juga menyiapkan dukungan transportasi darat bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan.

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta yang harus berpindah menuju bandara alternatif akan mendapat dukungan moda transportasi, termasuk kereta api dan bus, tanpa pungutan biaya untuk perjalanan menuju bandara pengganti.

Keselamatan Jadi Alasan Utama

Di tengah tekanan untuk memulihkan penerbangan, pemerintah menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama.

Abu vulkanik bukan sekadar gangguan jarak pandang. Material vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat sehingga keputusan membuka atau menutup bandara harus mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Menhub menegaskan keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Artinya, pemerintah menghadapi dua tekanan sekaligus: menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memastikan ratusan ribu perjalanan masyarakat tidak terhenti terlalu lama.

Maskapai Diberi Pilihan, Penumpang Diberi Kepastian

Pemerintah tidak memaksa seluruh maskapai menggunakan bandara tertentu. Keputusan pengalihan penerbangan diserahkan kepada masing-masing maskapai berdasarkan kesiapan operasional.

Di sisi lain, penumpang diberikan pilihan untuk melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif atau membatalkan penerbangan sesuai kebutuhan.

Kementerian Perhubungan juga meminta maskapai memastikan hak penumpang terdampak tetap dipenuhi, termasuk informasi yang jelas serta mekanisme penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi ini menjadi ujian bagi seluruh pihak. Pemerintah dituntut cepat mengambil keputusan, maskapai harus transparan memberikan informasi, sementara penumpang membutuhkan kepastian di tengah jadwal perjalanan yang berubah secara mendadak.

Erupsi Gunung Anak Krakatau akhirnya tidak hanya menguji kesiapan menghadapi bencana alam.

Ia juga menguji seberapa tangguh sistem transportasi nasional ketika salah satu simpul terpentingnya tiba-tiba harus dihentikan demi keselamatan.

Untuk sementara, langit di sejumlah wilayah memang harus dikosongkan. Namun pemerintah dituntut memastikan masyarakat tidak ikut kehilangan kepastian dalam perjalanan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

17 Oct 2026 - 16:57 WIB

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemenag Tekankan Pendampingan UMKM agar Tak Tertinggal

15 Oct 2026 - 06:37 WIB

Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemenag Tekankan Pendampingan UMKM agar Tak Tertinggal

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi Reforma Agraria, Tanah Didorong Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Rakyat

15 Oct 2026 - 06:28 WIB

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi Reforma Agraria, Tanah Didorong Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Sinta Nuriyah dan Romo Magnis Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional

14 Oct 2026 - 06:45 WIB

Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Sinta Nuriyah dan Romo Magnis Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional

Prabowo dan El-Sisi Kompak Kecam Israel, Nasib Palestina Kembali Jadi Sorotan Dunia

12 Oct 2026 - 06:41 WIB

Prabowo dan El-Sisi Kompak Kecam Israel, Nasib Palestina Kembali Jadi Sorotan Dunia
Trending on Internasional