TANJUNGJABUNG TIMUR — Aksi penutupan akses jalan oleh masyarakat Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjungjabung Timur, akhirnya membuahkan hasil. Setelah masyarakat menuntut adanya pertemuan langsung dengan pihak perusahaan, perwakilan PT CNG dan PT ENECALL akhirnya hadir untuk menemui warga dan membahas tuntutan mereka.
Pertemuan tersebut berlangsung di lokasi aksi sebelum kemudian dilanjutkan melalui audiensi dan duduk bersama di Kantor Desa Pangkal Duri, Rabu (2/9/2026).
PT CNG dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Chen, sementara PT ENECALL diwakili Mr. Zhang. Keduanya berdialog langsung dengan masyarakat terkait persoalan penerimaan calon tenaga kerja yang menjadi tuntutan warga.
Audiensi turut didampingi Bhabinkamtibmas Desa Pangkal Duri, Yuriko, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran aparat dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjaga jalannya pertemuan agar berlangsung tertib dan menghasilkan solusi bagi kedua belah pihak.
5 Warga Diterima Bekerja, 5 Lainnya Dapat Kompensasi
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan akhirnya menyepakati tuntutan masyarakat terkait calon tenaga kerja.
Dari 10 orang calon pekerja yang diajukan masyarakat, perusahaan menyatakan akan menerima 5 orang untuk bekerja di lokasi operasional perusahaan.
Sementara itu, 5 calon pekerja lainnya yang belum diterima mendapatkan kompensasi sebesar Rp1 juta per orang.
Namun, terdapat kesepakatan penting yang memberikan peluang bagi kelima warga tersebut. Pihak perusahaan menyatakan bahwa apabila ke depan kembali membutuhkan tenaga kerja baru, lima orang yang belum diterima tersebut akan menjadi prioritas untuk direkrut.
Kesepakatan tersebut menjadi hasil dari proses dialog setelah masyarakat melakukan aksi penutupan akses jalan sebagai bentuk penyampaian tuntutan kepada perusahaan.
Kesepakatan Diteken di Kantor Desa
Pertemuan antara masyarakat dan perwakilan perusahaan kemudian menghasilkan kesepakatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Pangkal Duri pada Rabu, 2 September 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi titik temu antara tuntutan masyarakat dengan kebutuhan perusahaan, khususnya terkait kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Aksi yang sebelumnya berujung pada penutupan akses jalan akhirnya bergeser menjadi ruang dialog. Kedua perusahaan memberikan respons terhadap tuntutan warga dengan menerima sebagian calon pekerja serta memberikan kompensasi kepada calon pekerja yang belum dapat diterima.
Masyarakat berharap kesepakatan tersebut benar-benar direalisasikan dan ke depan keberadaan perusahaan di wilayah Desa Pangkal Duri dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat, terutama dalam membuka kesempatan kerja bagi warga lokal.





















