NEW YORK – Petenis muda Filipina, Alex Eala, datang ke US Open 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Di balik ambisinya memburu gelar Grand Slam pertama, Eala ternyata membawa modal berharga yang ia dapat langsung dari legenda tenis dunia, Venus Williams.
Petenis berusia 21 tahun itu mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga setelah dua kali berpasangan dengan Venus Williams di nomor ganda. Pengalaman tersebut bukan hanya mengasah permainan, tetapi juga membentuk mentalitas Eala menghadapi persaingan di level tertinggi.
Eala dan Venus sebelumnya berpasangan di Bad Homburg Open dan kembali tampil bersama di Toronto. Dari dua kesempatan tersebut, Eala mengaku banyak belajar tentang bagaimana seorang juara menghadapi tekanan di lapangan.
“Setelah mendapat kehormatan bermain ganda dua kali bersama Venus, saya banyak belajar tentang mentalitasnya di lapangan,” ujar Eala seperti dikutip dari Sportbible.
Belajar Mentalitas Juara dari Venus Williams
Bagi Eala, Venus bukan sekadar legenda yang memiliki tujuh gelar Grand Slam. Perjalanan karier dan perjuangan Venus bersama saudaranya, Serena Williams, juga menjadi sumber inspirasi tersendiri.
Eala mengaku tertarik dengan perjuangan keluarga Williams dalam memperjuangkan kesetaraan hadiah uang bagi petenis putri.
Menurutnya, berbagai cerita perjuangan yang tidak selalu terlihat di depan publik memberikan pelajaran penting tentang kerja keras, ketahanan mental, dan bagaimana seorang atlet bisa bertahan di tengah persaingan elite.
Pengalaman tersebut justru membuat Eala semakin rendah hati sekaligus termotivasi untuk bekerja lebih keras.
“Cerita-cerita di balik layar itu begitu menginspirasi. Ada begitu banyak kisah yang mungkin bahkan tidak kita sadari. Hal itu membuat saya tetap rendah hati sekaligus memotivasi saya untuk bekerja lebih keras,” ungkap Eala.
Performa Eala Makin Menanjak
Modal Eala menuju US Open 2026 juga bukan sekadar motivasi. Sepanjang musim ini, ia menunjukkan perkembangan luar biasa dan berhasil meraih gelar Tour pertamanya di Washington.
Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, Eala mampu mengalahkan sejumlah petenis papan atas, termasuk Jessica Pegula. Pencapaian itu semakin mempertegas bahwa Eala kini bukan lagi sekadar prospek muda.
Peringkat dunianya pun melonjak hingga posisi 18. Ia bahkan tercatat sebagai petenis Filipina dan Asia Tenggara dengan peringkat WTA tertinggi dalam sejarah.
Di US Open 2025, Eala juga sudah mencuri perhatian setelah menumbangkan unggulan ke-14, Clara Tauson. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama petenis Filipina di babak utama Grand Slam pada era Open.
Kini, setahun berselang, Eala kembali ke New York dengan status yang jauh berbeda.
Tantangan Pertama Sudah Menanti
Perjalanan Eala di US Open 2026 akan dimulai dengan menghadapi petenis Amerika Serikat, Mary Stoiana, pada babak pertama.
Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi Eala untuk membuktikan apakah perkembangan pesatnya sepanjang musim ini mampu diteruskan di panggung Grand Slam.
Dengan pengalaman menghadapi petenis elite, dukungan besar dari publik Filipina, serta pelajaran mental dari Venus Williams, Eala kini memiliki bekal lengkap untuk membuat kejutan.
Bahkan, situs resmi US Open mencatat Eala telah berkembang pesat hanya dalam waktu satu tahun, dari pemain Top 100 menjadi bagian dari jajaran Top 20 dunia.
Bukan hanya soal teknik, mental juara yang diwarisi dari pengalaman bersama Venus Williams kini menjadi “senjata rahasia” Alex Eala untuk mengejar sejarah di US Open 2026.























