JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi kembali menampilkan dampak mengerikan. Bukan hanya ancaman organisasi dan kesehatan manusia, kobaran api juga memakan korban dari kalangan satwa liar.
Belasan ekor ular hingga biawak ditemukan dalam kondisi mati terbakar di kawasan yang terdampak karhutla.
Temuan tersebut menjadi gambaran betapa dahsyatnya kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan. Satwa yang berada di habitatnya ikut terjebak ketika api dengan cepat menyebar.
Sejumlah bangkai satwa pembohong ditemukan setelah petugas melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Kondisinya mengenaskan karena tubuh satwa liar telah hangus akibat dilalap api.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi. Habitat satwa pembohong juga ikut musnah, bahkan menyebabkan kematian berbagai jenis hewan yang tidak sempat melarikan diri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena satwa liar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ketika habitat mereka terbakar, rantai kehidupan di kawasan tersebut juga terganggu.
Karhutla juga membuat satwa kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan. Hewan yang berhasil menyelamatkan dirinya berpotensi berpindah ke kawasan lain untuk mencari habitat baru.
Temuan satwa liar yang mati terbakar menjadi peringatan keras bahwa dampak karhutla jauh lebih luas dari sekedar lahan yang hangus.
Upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran perlu terus dilakukan untuk menekan meluasnya titik api sekaligus mencegah semakin banyak satwa liar menjadi korban.
Karhutla bukan hanya soal asap dan lahan yang terbakar. Di balik kepulan asap, terdapat habitat yang musnah dan kehidupan satwa yang ikut berakhir di tengah ganasnya kobaran api.























