Menu ✖

Otomatis

Nasional

Jangan Salah Baca Desil DTSEN! BPS Bongkar Arti Desil 1-10, Bukan Patokan Mutlak Orang Miskin

badge-check

Jangan Salah Baca Desil DTSEN! BPS Bongkar Arti Desil 1-10, Bukan Patokan Mutlak Orang Miskin Perbesar

JAKARTA — Angka desisil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menjadi perhatian masyarakat, terutama karena berkaitan dengan pemetaan kondisi kesejahteraan dan sasaran berbagai program pemerintah.

Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan masyarakat tidak boleh membaca angka desil secara sederhana sebagai label mutlak seseorang miskin atau kaya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga . Artinya, angka tersebut menunjukkan posisi suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan sejumlah karakteristik sosial dan ekonomi.

Dalam sistem tersebut, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah , sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi .

“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi,” kata Amalia dalam keterangannya.

Menurut BPS, angka desil harus dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga.

Desil Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan

BPS menyatakan angka desil bukan ukuran absolut kemiskinan , bukan pula angka yang secara langsung menunjukkan nominal pendapatan maupun kekayaan keluarga.

Misalnya, keluarga yang berada di desil 3 berarti masuk kelompok ketiga dari 10 kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif.

Namun, dua keluarga yang sama-sama berada pada desil 3 belum tentu mempunyai jumlah pendapatan, pengeluaran, aset, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.

Oleh karena itu, angka desil tidak bisa diterjemahkan secara mentah sebagai “desil rendah pasti miskin” atau “desil tinggi pasti kaya”.

Bukan Cuma Soal Gaji

BPS juga menjelaskan bahwa keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada besarnya pendapatan.

Pemeringkatan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan. Di antaranya kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya serta konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga kondisi disabilitas.

Berbagai indikator tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

Dengan metode tersebut, satu indikator saja tidak secara otomatis menentukan seseorang masuk ke dalam keinginan tertentu.

Misalnya, kepemilikan kendaraan, pekerjaan tertentu, tingkat pendidikan atau daya listrik tidak dapat berdiri sendiri sebagai penentu posisi desil.

Desil Bisa Berubah

Posisi desil juga bukan sesuatu yang bersifat permanen.

Perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga maupun perubahan posisi relatif terhadap keluarga lain dapat mempengaruhi pemeringkatan. Namun, perubahan satu aspek saja tidak otomatis membuat posisi desil langsung berubah karena penilaian dilakukan berdasarkan kombinasi berbagai karakteristik.

BPS menempatkan DTSEN sebagai referensi bersama pemerintah dalam perencanaan, penetapan sasaran dan evaluasi berbagai program. Dengan satu basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui, pemerintah diharapkan dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Desil Bukan Penerima Bansos

Hal penting lainnya, BPS menyatakan bahwa desil bukanlah daftar otomatis penerima bantuan sosial .

Informasi tersebut dapat digunakan oleh kementerian dan lembaga sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran atau program prioritas, namun penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan tujuan dan ketentuan masing-masing program.

Artinya, masyarakat tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa angka tertentu tertentu secara otomatis menentukan seseorang berhak atau tidak berhak menerima bantuan seluruh jenis pemerintah.

Jangan Terjebak Angka

Penjelasan BPS ini menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap desas-desus status dalam DTSEN.

Angka 1 hingga 10 pada dasarnya merupakan posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan , bukan label permanen mengenai kondisi ekonomi seseorang.

Dengan demikian, membaca data DTSEN membutuhkan konteks dan pemahaman terhadap metode yang digunakan. Kesalahan memahami angka desil justru berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru mengenai kondisi ekonomi keluarga maupun target program pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

17 Oct 2026 - 16:57 WIB

Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam Semalam, Abu Vulkanik Mengarah ke Banten dan Lampung

Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemenag Tekankan Pendampingan UMKM agar Tak Tertinggal

15 Oct 2026 - 06:37 WIB

Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemenag Tekankan Pendampingan UMKM agar Tak Tertinggal

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi Reforma Agraria, Tanah Didorong Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Rakyat

15 Oct 2026 - 06:28 WIB

BRAN dan Menko PM Perkuat Sinergi Reforma Agraria, Tanah Didorong Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Sinta Nuriyah dan Romo Magnis Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional

14 Oct 2026 - 06:45 WIB

Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Sinta Nuriyah dan Romo Magnis Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional

Prabowo dan El-Sisi Kompak Kecam Israel, Nasib Palestina Kembali Jadi Sorotan Dunia

12 Oct 2026 - 06:41 WIB

Prabowo dan El-Sisi Kompak Kecam Israel, Nasib Palestina Kembali Jadi Sorotan Dunia
Trending on Internasional